Penurunan Angka Kecelakaan Transportasi Pada Moda Penerbangan Dan Kereta Api
Monitorday.co.id, SEMARANG – Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Dr. Ir. Soerjanto Tjahjono mennyatakan bahwa pada tahun 2017,telah terjadi penurunan angka kecelakaan transportasi pada moda penerbangan dan Kereta api.
Hal ini diungkapkan ketika memberikan sambutan pembukaan pada kegiatan Focuss Group Discussion (FGD) dan Media Release di R. VIP Terminal Penumpang Pelabuhan Tg. Mas Semarang tanggal 22 Februari 2018.
“Penurunan angka kecelakaan kedua moda transportasi ini tidak lepas dari peran aktifnya stakeholder untuk menindaklanjuti rekomendasi KNKT”
Tegas Ketua KNKT Kegiatan yang mengambil tema “Mengungkap kegagalan sistem pengereman pada kendaraan angkutan umum” dihadiri oleh stakeholder transportasi sebanyak 128 yang meliputi Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO), Asosiasi Karoseri Indonesia (ASKORINDO), Asosiasi Pemegang Merek (APM), Organisasi Angkutan Darat (ORGANDA), Pengusaha PO.
Bus dan para kepala dinas perhubungan Provinsi, Kabupaten/Kota sejawa tengah yang berjumlah 128 perwakilan. Selain stakeholder transportasi, kegiatan ini juga diliput oleh wartawan sebanyak 25 yang tergabung dalam Ikatan Wartawan Provinsi Jawa Tengah. Narasumber pada kegiatan ini sebanyak 5 narasumber yang dipandu oleh Joko Setiowarno dari Pengamat Transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia.
Adapun narasumbernya diantaranya:
Selain itu himbauan juga ditujukan kepada setiap perusahaan bus agar lebih memperhatikan jam dan tempat peristirahatan dari pengemudinya. Kewajiban ketersediaan tempat peristirahatan bagi pengemudi juga menjadi kewajiban pengelola tempat wisata dengan biaya yang yang sangat terjangkau. Sebelum menutup sambutannya,
Hal ini diungkapkan ketika memberikan sambutan pembukaan pada kegiatan Focuss Group Discussion (FGD) dan Media Release di R. VIP Terminal Penumpang Pelabuhan Tg. Mas Semarang tanggal 22 Februari 2018.
Penurunan Angka Kecelakaan Transportasi Pada Moda Penerbangan Dan Kereta Api.
“Penurunan angka kecelakaan kedua moda transportasi ini tidak lepas dari peran aktifnya stakeholder untuk menindaklanjuti rekomendasi KNKT”
Tegas Ketua KNKT Kegiatan yang mengambil tema “Mengungkap kegagalan sistem pengereman pada kendaraan angkutan umum” dihadiri oleh stakeholder transportasi sebanyak 128 yang meliputi Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO), Asosiasi Karoseri Indonesia (ASKORINDO), Asosiasi Pemegang Merek (APM), Organisasi Angkutan Darat (ORGANDA), Pengusaha PO.
Bus dan para kepala dinas perhubungan Provinsi, Kabupaten/Kota sejawa tengah yang berjumlah 128 perwakilan. Selain stakeholder transportasi, kegiatan ini juga diliput oleh wartawan sebanyak 25 yang tergabung dalam Ikatan Wartawan Provinsi Jawa Tengah. Narasumber pada kegiatan ini sebanyak 5 narasumber yang dipandu oleh Joko Setiowarno dari Pengamat Transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia.
Adapun narasumbernya diantaranya:
- Andi Susmono (Kasi Keselamatan LLAJ Dinas Perhubungan Provinisi Jawa Tengah) dengan judul paparan “Kegagalan Sistem Pengereman Kendaraan Bermotor Angkutan Umum”;
- Bambang Hermanto, M.Sc. (Kepala Seksi Inspeksi dan Penangananan Keselamatan, Direktorat Pembinaan Keselamatan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan) dengan judul paparan “Gambara Umum Kecelakaan Lalu Lintas Angkutan Umum (Bus dan Truck)”;
- Deddy Sudiardi (Ketua DPD ORGANDA Jawa Tengah) dengan judul paparan “Mengungkap Kegagalan Sistem Pengereman Pada Kendaraan Angkutan Umum”;
- Sugi Purnoto, SE, MM (Sekretaris DPD APTRINDO Provinsi Jawa Tengah) dengan judul paparan “Road safety transport untuk Land Transport”;
- Prof. Ir. Leksmono Suryo Putranto (Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Lalu-Lintas Angkutan Jalan Komite Nasional Keselamatan Transportasi) dengan judul paparan “Kegagalan Sistem Pengereman Truk Pada Kecelakaan Bawen Semarang dan Karangploso Malang”
“Kondisi ini sangat jauh berbeda terutama pada moda transportasi jalan dan pelayaran, dikarenakan jumlah tren kecelakaan terus mengalami peningkatan”. Ungkap Ketua KNKT. Selanjutnya, “Salah satu penyebab terjadi peningkatan angka kecelakaan pada kedua moda ini adalah beberapa rekomendasi KNKT belum sepenuhnya ditindaklanjuti oleh para stakeholder dan regulator” Kata Ketua KNKT.
“Pada tahun ini, KNKT akan lebih menfokuskan pada kecelakaan moda jalan khususnya kendaraan angkutan umum dan barang” kata Ketua KNKT. Pada saat yang sama pula, Ketua KNKT menekankan bahwa salah satu rekomendasi yang paling penting adalah selang rem.
KNKT menghimbau kepada seluruh Asosiasi Pemegang Merk (APM) agar memberikan batas umur dari selang rem. Kepada Dinas Perhubungan, KNKT menghimbau agar selang rem dapat dimasukkan dalam daftar pengujian kir kendaraan bermotor.
Pemakaian Secara Bersamaan Antara Selang Rem Dengan Selang Untuk Klakson
“Penggantian selang rem yang telah mengalami keretakan harus segera diganti walaupun umurnya belum mencapai lima tahun” Tegas Ketua KNKT.
Disamping menyinggung penggantian selang rem, Ketua KNKT juga menyinggung modifikasi kendaraan yang tidak sesuai prosedur dimana salah satunya adalah pemakaian secara bersamaan antara selang rem dengan selang untuk klakson.
“Apabila selang klakson mengalami kebocoran akan mengakibatkan langsung terhadap kegagalan sistem pengereman pada kendaraan” ungkap Ketua KNKT. Disamping itu Ketua KNKT juga berharap agar setiap pengujian kendaraan bermotor agar memperhatikan modifikasi pemakaian klakson.
“Kelaikan kendaraan harus memenuhi dua syarat baik secara fisik maupun administrasi” himbau Ketua KNKT.
![]() |
| Penurunan Angka Kecelakaan Transportasi Pada Moda Penerbangan Dan Kereta Api. |
Selain itu himbauan juga ditujukan kepada setiap perusahaan bus agar lebih memperhatikan jam dan tempat peristirahatan dari pengemudinya. Kewajiban ketersediaan tempat peristirahatan bagi pengemudi juga menjadi kewajiban pengelola tempat wisata dengan biaya yang yang sangat terjangkau. Sebelum menutup sambutannya,
Ketua KNKT berharap agar seluruh perserta diskusi dapat menafaatkan kesempatan untuk bertukar pengalaman terkait kegagalan sistem pengereman ini agar keselamatan transportasi jalan dapat terwujud.


0 Response to "Penurunan Angka Kecelakaan Transportasi Pada Moda Penerbangan Dan Kereta Api"