Transportasi Speedboat Di Kaltara Sebagai Percontohan Di Indonesia
Monitorday.co.id, TARAKAN – Transportasi Speedboat di Kaltara sebagai percontohan di Indonesia. “Tujuan pengadaan media release agar masyarakat, awak maupun pemilik kapal dan pemda harus tahu kenapa kedua kapal ini terjadi kecelakaan”.
Hal ini diungkap Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Dr. Ir. Soerjanto Tjahjono ketika memberikan sambutan pembukaan pada kegiatan Media Release di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan pada tanggal 8 Februari 2018.
Di samping tujuan, ketua KNKT juga menambahkan inti dari investigasi ini yaitu mengeluarkan rekomendasi bertujun utuk mencegah kejadian serupa tidak terjadi kembali dan harus menjadi bahan pelajaran bagi kita semua. “Atas nama KNKT dan pemerintah mengucapkan belangsungkawa kepada para korban agar apa yang dikorbankan dapat menjadi pelajaran” kata Ketua KNKT.
Pada kesempatan yang sama pula Ketua KNKT mennyatakan bahwa apabila kita tidak dapat mengambil pelajaran dari peristiwa ini maka kita yang hidup ini akan berdosa dan apabila kita tidak mempelajarinya maka akan terjadi secara berulang-ulang.
Ketua KNKT menyatakan keprihatinannya dikarenakan kedua kejadian kecelakaan pelayaran ini adalah kejadian yang sama dan berulang kembali. Selain itu, KNKT juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat seperti KSOP, KUPP dan pemerintah daerah yang telah bersepakat untuk menjadikan transportasi speedboat di kaltara ini sebagai percontohan di Indonesia.
Oleh karena itu, untuk itu semangat perbaikan ini kita wujudkan bersama. Terkait masih banyaknya kekosongan kebijakan yang mengatur secara jelas keselamatan pelayaran, Ketua KNKT mengajak semua pihak untuk tidak melihat kekurangan regulasi terkait kecelakaan tersebut akan tetapi mengedepankan terhadap aspek keselamatan pelayaran dengan tidak saling menyalahkan antara stakeholder maupun regulator.
Salah satu contoh sederhananya yaitu ketika BMKG ingin menaruh monitor cuaca secara gratis, akan tetapi pihak pelabuhan belum menyiapkan operatornya. Pada sisi yang lain informasi cuaca sangat diperlukan oleh pemilik speedboat.
Pada kesempatan yang lain, Ketua KNKT melakukan wawancara kepada beberapa pemilik speedboat terkait kondisi cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta cara mendapatkannya. Jawaban yang diperolehnya cukup mengherankan dikarenakan sampai dengan saat ini pemilik speedboat belum mengetahui tugas dan fungsi dari institusi BMKG sendiri. “Informasi cuaca ekstrem sangat diperlukan agar mengantisipasi kecelakaan pelayaran di wilayah Kalimantan Utara” Ungkap Ketua KNKT ketika menguatkan perlunya informasi cuaca.
Perlu diketahui bahwa sampai dengan saat ini informasi cuaca ekstreem yang disampaikan oleh pihak BMKG kepada pihak pelabuhan tidak pernah diteruskan kepada pemilik kapal sehingga kapal yang akan berlayar dapat ditunda keberangkatannya dan yang telah berlayar maka dapat mengantisipasinya dengan mencari tempat perlindungan sebelum meneruskan perjalanan kembali.
Masih terkait informasi cuaca, “Kami sangat menyayangkan terkait penggunaan informasi cuaca yang telah dikelola oleh BMKG dengan peralatan yang canggih menjadi tidak berguna di wilayah Ternate” sesal Ketua KNKT dan perihal yang sama agar tidak terjadi lagi di wilayah Kalimantan Utara.
Selain informasi cuaca, KNKT juga menyinggung kekurangaktifnya para pemilik speedboat terhadap komunikasi dengan stasiun radio pantai. “Komunikasi kepada stasiun radio pantai sebelum keberangakatan dengan menyebutkan pemilik kapal dan setelah setengah jam dapat menghubungi kembali stasiun radio pantai” tegas Ketua KNKT.
Hal ini sangat diperlukan bagi baSARnas untuk mengetahui lokasi kapal dengan tepat apabila terjadi kecelakaan sehingga memudahkan pertolongan. Pada kesempatan lain, KNKT juga menyinggung terkait Bimtek keselamatan pelayaran yang telah dilalui pada tanggal 5-7 Februari 2018 di Kantor KSOP Tarakan dimana seluruh awak kapal tidak menguasai teknik melompat ke air dengan benar jika terjadi kecelakaan pelayaran.
Selain itu KNKT juga menyinggung pemakaian lifejacket dengan benar. Hal ini dibuktikan dengan terlepasnya lifejacket ketika awak kapal berada di air dan kemudian tenggelam.
Hal ini akan menimbulkan banyak korban jiwa apabila terjadi pada penumpangnya. Sebelum menutup sambutannya, Ketua KNKT juga menyinggung kepada awak kapal yang tidak memberitahukan pintu darurat kepada penumpang terutama jika terjadi kecelakaan.
![]() |
| Transportasi Speedboat Di Kaltara Sebagai Percontohan Di Indonesia |
Hal ini diungkap Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Dr. Ir. Soerjanto Tjahjono ketika memberikan sambutan pembukaan pada kegiatan Media Release di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan pada tanggal 8 Februari 2018.
Di samping tujuan, ketua KNKT juga menambahkan inti dari investigasi ini yaitu mengeluarkan rekomendasi bertujun utuk mencegah kejadian serupa tidak terjadi kembali dan harus menjadi bahan pelajaran bagi kita semua. “Atas nama KNKT dan pemerintah mengucapkan belangsungkawa kepada para korban agar apa yang dikorbankan dapat menjadi pelajaran” kata Ketua KNKT.
Pada kesempatan yang sama pula Ketua KNKT mennyatakan bahwa apabila kita tidak dapat mengambil pelajaran dari peristiwa ini maka kita yang hidup ini akan berdosa dan apabila kita tidak mempelajarinya maka akan terjadi secara berulang-ulang.
Ketua KNKT menyatakan keprihatinannya dikarenakan kedua kejadian kecelakaan pelayaran ini adalah kejadian yang sama dan berulang kembali. Selain itu, KNKT juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat seperti KSOP, KUPP dan pemerintah daerah yang telah bersepakat untuk menjadikan transportasi speedboat di kaltara ini sebagai percontohan di Indonesia.
Oleh karena itu, untuk itu semangat perbaikan ini kita wujudkan bersama. Terkait masih banyaknya kekosongan kebijakan yang mengatur secara jelas keselamatan pelayaran, Ketua KNKT mengajak semua pihak untuk tidak melihat kekurangan regulasi terkait kecelakaan tersebut akan tetapi mengedepankan terhadap aspek keselamatan pelayaran dengan tidak saling menyalahkan antara stakeholder maupun regulator.
Salah satu contoh sederhananya yaitu ketika BMKG ingin menaruh monitor cuaca secara gratis, akan tetapi pihak pelabuhan belum menyiapkan operatornya. Pada sisi yang lain informasi cuaca sangat diperlukan oleh pemilik speedboat.
Pada kesempatan yang lain, Ketua KNKT melakukan wawancara kepada beberapa pemilik speedboat terkait kondisi cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta cara mendapatkannya. Jawaban yang diperolehnya cukup mengherankan dikarenakan sampai dengan saat ini pemilik speedboat belum mengetahui tugas dan fungsi dari institusi BMKG sendiri. “Informasi cuaca ekstrem sangat diperlukan agar mengantisipasi kecelakaan pelayaran di wilayah Kalimantan Utara” Ungkap Ketua KNKT ketika menguatkan perlunya informasi cuaca.
Perlu diketahui bahwa sampai dengan saat ini informasi cuaca ekstreem yang disampaikan oleh pihak BMKG kepada pihak pelabuhan tidak pernah diteruskan kepada pemilik kapal sehingga kapal yang akan berlayar dapat ditunda keberangkatannya dan yang telah berlayar maka dapat mengantisipasinya dengan mencari tempat perlindungan sebelum meneruskan perjalanan kembali.
Masih terkait informasi cuaca, “Kami sangat menyayangkan terkait penggunaan informasi cuaca yang telah dikelola oleh BMKG dengan peralatan yang canggih menjadi tidak berguna di wilayah Ternate” sesal Ketua KNKT dan perihal yang sama agar tidak terjadi lagi di wilayah Kalimantan Utara.
Selain informasi cuaca, KNKT juga menyinggung kekurangaktifnya para pemilik speedboat terhadap komunikasi dengan stasiun radio pantai. “Komunikasi kepada stasiun radio pantai sebelum keberangakatan dengan menyebutkan pemilik kapal dan setelah setengah jam dapat menghubungi kembali stasiun radio pantai” tegas Ketua KNKT.
Hal ini sangat diperlukan bagi baSARnas untuk mengetahui lokasi kapal dengan tepat apabila terjadi kecelakaan sehingga memudahkan pertolongan. Pada kesempatan lain, KNKT juga menyinggung terkait Bimtek keselamatan pelayaran yang telah dilalui pada tanggal 5-7 Februari 2018 di Kantor KSOP Tarakan dimana seluruh awak kapal tidak menguasai teknik melompat ke air dengan benar jika terjadi kecelakaan pelayaran.
Selain itu KNKT juga menyinggung pemakaian lifejacket dengan benar. Hal ini dibuktikan dengan terlepasnya lifejacket ketika awak kapal berada di air dan kemudian tenggelam.
Hal ini akan menimbulkan banyak korban jiwa apabila terjadi pada penumpangnya. Sebelum menutup sambutannya, Ketua KNKT juga menyinggung kepada awak kapal yang tidak memberitahukan pintu darurat kepada penumpang terutama jika terjadi kecelakaan.


0 Response to "Transportasi Speedboat Di Kaltara Sebagai Percontohan Di Indonesia"